Pengarang : Jojo Moyes
Tahun : 2013
Tahun : 2013
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Harga : - (lupa)
Jumlah halaman : 655 halaman
Lou Clark gadis berumur 26 tahun sangat periang dan mudah bergaul, ia bekerja di kedai kopi bernama The Buttered Bun dan sangat menyukai bekerja di tempat itu, tetapi ia akan segera kehilangan pekerjaannya seiring sang pemilik kedai akan pindah ke luar negeri. Lou segera mencari pekerjaan baru dan telah mencoba berbagai profesi sampai pada akhirnya ia mendapatkan pekerjaan di Keluarga Traynor. Lou tidak menyangka bahwa ia akan bekerja mengurus putera keluarga Traynor, keluarga berada di daerahnya, Will. Will Traynor mengidap penyakit quadripeglia, penyakit yang membuatnya tidak bisa menggerakkan otot tubuhnya dari dada hingga kaki yang didapatkannya karena kecelakaan. Ia sudah tidak berminat lagi melanjutkan hidupnya. Will bertingkah menyebalkan dan tidak bersahabat di mata Lou, Namun Lou tidak menyerah, hingga akhirnya mereka berdua masing-masing mengenal satu sama lain dan semakin dekat...
Novel ini saya beli dan baca di akhir tahun 2015. Pada saat itu saya iseng browsing di Google mengenai Sam Claflin salah satu aktor yang bermain di The Hunger Games dan melihat daftar filmografi bertuliskan Me Before You yang menjadi filmnya yang akan segera tayang. Saat itu saya langsung melanjutkan browsing mengenai Me Before You yang ternyata diadaptasi dari novel dengan judul yang sama dan memiliki rating yang cukup tinggi di Goodreads -di atas angka 4 bintang!-. Langsung saja saya segera mencari bukunya di Gramedia Istana Plaza dan langsung mendapatkannya, saat itu hanya tersedia dua buku, tanpa pikir panjang saya langsung membeli buku tersebut yang kalau tidak salah harganya Rp 98.000,- (saya sudah agak lupa tepatnya).
Saya amat sangat suka dengan novel ini, pertama kali saat membaca bab pertama saya langsung jatuh hati dan tidak sabar untuk mengetahui kisah ini seterusnya. Gaya penulisannya sangat saya sukai dengan sudut pandang orang pertama, Lou, namun ada beberapa bab dengan sudut pandang tokoh lain yang memberi kesempatan pembaca menjadi sangat mendalami karakter. Banyak hal yang bisa dipelajari dari novel ini lewat Will dan Lou. Will mengajarkan banyak hal pada Lou, ia menyuruhnya untuk tidak hanya terpaku dalam zona nyaman tapi mengeskplor segala hal yang belum ia ketahui. Lou berubah semenjak mengenal Will, ia lebih banyak masuk ke perpustakaan, browsing hal ini-itu di internet, semua itu tidak pernah dilakukan olehnya sebelum mengenal lelaki itu. Kisah lain di dalamnya seperti tentang orang tua Will, keluarga Lou, dan hubungan Lou dengan kekasihnya, Patrick menjadi bumbu cerita yang tak kalah menarik serta mendukung kisah dua tokoh utama.
Karakter Lou disini sangat nyentrik dalam berpakaian, sifatnya memang agak kekanak-kanakan namun seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, pembaca akan melihat perkembangan karakter Lou di dalam novel. Will sebelum dirinya sakit, ia seseorang yang aktif dan ambisius, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat begitu ia duduk di kursi roda. Mrs. Traynor, ibu Will yang tegas dan kaku namun sangat menyayangi puteranya. Treena, adik Lou yang menjadi tempat curahan hati Lou. Patrick, kekasih Lou yang pada akhirnya Lou tidak yakin dengan kejelasan perasaan Patrick seiring berjalannya cerita. Latar belakang novel ini berada di kota kecil tujuan wisata di Inggris dengan kastel dan labirin di dalamnya yang sangat indah dan menarik menjadi sebuah latar cerita. Novel ini memiliki tebal 655 halaman tergolong sangat tebal namun tidak menyusutkan niat saya untuk membacanya.
Bagi penggemar novel romantis saya rasa pasti akan menyukai novel ini, walaupun sepertinya kisah antara dua pasang manusia yang mana salah satunya sakit parah sudah terlalu klise namun novel ini patut untuk dinikmati. Saya dibawa tersenyum dan menangis di dalam novel ini. Banyak momen-momen membekas yang membuat saya ingin membacanya lagi dan lagi.
Selain sudah diadaptasi ke dalam layar lebar, novel ini sudah memiliki sekuel dengan judul After You, namun saya belum memiliki dan membacanya.
Rating: 5 bintang dari 5
resensi me before you, resensi novel me before you
Lou Clark gadis berumur 26 tahun sangat periang dan mudah bergaul, ia bekerja di kedai kopi bernama The Buttered Bun dan sangat menyukai bekerja di tempat itu, tetapi ia akan segera kehilangan pekerjaannya seiring sang pemilik kedai akan pindah ke luar negeri. Lou segera mencari pekerjaan baru dan telah mencoba berbagai profesi sampai pada akhirnya ia mendapatkan pekerjaan di Keluarga Traynor. Lou tidak menyangka bahwa ia akan bekerja mengurus putera keluarga Traynor, keluarga berada di daerahnya, Will. Will Traynor mengidap penyakit quadripeglia, penyakit yang membuatnya tidak bisa menggerakkan otot tubuhnya dari dada hingga kaki yang didapatkannya karena kecelakaan. Ia sudah tidak berminat lagi melanjutkan hidupnya. Will bertingkah menyebalkan dan tidak bersahabat di mata Lou, Namun Lou tidak menyerah, hingga akhirnya mereka berdua masing-masing mengenal satu sama lain dan semakin dekat...
Novel ini saya beli dan baca di akhir tahun 2015. Pada saat itu saya iseng browsing di Google mengenai Sam Claflin salah satu aktor yang bermain di The Hunger Games dan melihat daftar filmografi bertuliskan Me Before You yang menjadi filmnya yang akan segera tayang. Saat itu saya langsung melanjutkan browsing mengenai Me Before You yang ternyata diadaptasi dari novel dengan judul yang sama dan memiliki rating yang cukup tinggi di Goodreads -di atas angka 4 bintang!-. Langsung saja saya segera mencari bukunya di Gramedia Istana Plaza dan langsung mendapatkannya, saat itu hanya tersedia dua buku, tanpa pikir panjang saya langsung membeli buku tersebut yang kalau tidak salah harganya Rp 98.000,- (saya sudah agak lupa tepatnya).
Saya amat sangat suka dengan novel ini, pertama kali saat membaca bab pertama saya langsung jatuh hati dan tidak sabar untuk mengetahui kisah ini seterusnya. Gaya penulisannya sangat saya sukai dengan sudut pandang orang pertama, Lou, namun ada beberapa bab dengan sudut pandang tokoh lain yang memberi kesempatan pembaca menjadi sangat mendalami karakter. Banyak hal yang bisa dipelajari dari novel ini lewat Will dan Lou. Will mengajarkan banyak hal pada Lou, ia menyuruhnya untuk tidak hanya terpaku dalam zona nyaman tapi mengeskplor segala hal yang belum ia ketahui. Lou berubah semenjak mengenal Will, ia lebih banyak masuk ke perpustakaan, browsing hal ini-itu di internet, semua itu tidak pernah dilakukan olehnya sebelum mengenal lelaki itu. Kisah lain di dalamnya seperti tentang orang tua Will, keluarga Lou, dan hubungan Lou dengan kekasihnya, Patrick menjadi bumbu cerita yang tak kalah menarik serta mendukung kisah dua tokoh utama.
Karakter Lou disini sangat nyentrik dalam berpakaian, sifatnya memang agak kekanak-kanakan namun seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, pembaca akan melihat perkembangan karakter Lou di dalam novel. Will sebelum dirinya sakit, ia seseorang yang aktif dan ambisius, hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat begitu ia duduk di kursi roda. Mrs. Traynor, ibu Will yang tegas dan kaku namun sangat menyayangi puteranya. Treena, adik Lou yang menjadi tempat curahan hati Lou. Patrick, kekasih Lou yang pada akhirnya Lou tidak yakin dengan kejelasan perasaan Patrick seiring berjalannya cerita. Latar belakang novel ini berada di kota kecil tujuan wisata di Inggris dengan kastel dan labirin di dalamnya yang sangat indah dan menarik menjadi sebuah latar cerita. Novel ini memiliki tebal 655 halaman tergolong sangat tebal namun tidak menyusutkan niat saya untuk membacanya.
Bagi penggemar novel romantis saya rasa pasti akan menyukai novel ini, walaupun sepertinya kisah antara dua pasang manusia yang mana salah satunya sakit parah sudah terlalu klise namun novel ini patut untuk dinikmati. Saya dibawa tersenyum dan menangis di dalam novel ini. Banyak momen-momen membekas yang membuat saya ingin membacanya lagi dan lagi.
Selain sudah diadaptasi ke dalam layar lebar, novel ini sudah memiliki sekuel dengan judul After You, namun saya belum memiliki dan membacanya.
Rating: 5 bintang dari 5
resensi me before you, resensi novel me before you

Tidak ada komentar:
Posting Komentar